Yakobus Jalan Kaki Gendong Jenazah Anaknya

Liputan6.com, Kupang: Malang benar nasib Yakobus, warga Penfui, Kupang, Nusa Tenggara Timur. Lantaran tak mampu membayar ongkos ambulans, Yakobus dan istrinya terpaksa membawa pulang mayat anaknya dari rumah sakit berjalan kaki, Jumat (13/2) dini hari.

Sebelumnya, Yakobus membawa anaknya yang berusia dua tahun itu ke Rumah Sakit Profesor WZ Johannes, Kupang. Balita itu menderita gizi buruk hingga menyebabkan diare. Kartu miskin pun tak lupa disertakan Yakobus sebagai jaminan biaya. Namun, anaknya yang sudah koma akhirnya meninggal.

Sebelum dibawa pulang, anak tersebut dimandikan di kamar jenazah. Pihak rumah sakit membiarkan anak itu terbaring begitu saja di kamar jenazah. Alasannya, Yakobus tidak mampu membayar biaya ambulans sebesar Rp 300 ribu. Karena tak tahan melihat kondisi jasad anaknya, sekitar pukul 03.30 WITA, Yakobus dan istrinya pulang dengan berjalan kaki sembari menggendong jenazah anak mereka.

Dalam perjalanan pulang, Yakobus sempat membangunkan seorang keluarganya di Kecamatan Oebobo untuk memberitahukan kematian anaknya. Tak berapa lama, sejumlah pemuda yang melihat pasangan ini berjalan kaki segera mencarikan mobil. Akhirnya, Yakobus dan keluarganya sampai di rumah. Rencananya bocah jasad anak malang ini akan dimakamkan pukul 10.00 WITA.(OMI/Didimus Payong Dore)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s