Charles Darwin Penderita Autis?

LONDON– Ilmuwan berpengaruh dunia, Charles Darwin dinilai oleh kalangan psikiater sebagai orang yang menderita autisme. Para ahli ilmu kejiwaan itu mengungkapkan, daya kreativitas Darwin yang tinggi merupakan salah satu faktor yang mengindikasikan gejala autisme.

“Darwin memiliki perhatian yang sangat luar biasa pada hal-hal yang detil tapi ia memiliki� kesulitan dalam interaksi sosial,” ujar Prof Michael Fitzgerald dari Dublin Trinty College, seperti dilansir Indiatimes, Rabu (18/2/2009). Penulis The Origin of Species itu diduga mengalami kelainan dalam tingkah lakunya.

Menurut Fitzgerald, Darwin menderita Asperger Sindrom, suatu gejala autisme di mana para penderitanya memiliki kesulitan dalam berkomunikasi dengan lingkungannya, sehingga kurang begitu diterima.

Sindrom ini ditemukan oleh Hans Asperger pada tahun 1944. Sindrom Asperger dibedakan dengan gejala autisme lainnya dilihat dari kemampuan linguistik dan kognitif para penderitanya yang relatif tidak mengalami penurunan, bahkan dengan IQ yang relatif tinggi atau rata-rata, ini berarti sebagian besar penderita sindrom Asperger bisa hidup secara mandiri, tidak seperti autisme lainnya). Sindrom Asperger juga bukanlah sebuah penyakit mental.

Setiap penderita sindrom Asperger terlihat seperti halnya bukan seorang autis, tetapi ketika diteliti, otak mereka bekerja secara berbeda dari orang lain.

“Sindrom Asperger ini berhubungan dengan kreativitas yang sangat luar biasa, Darwin memiliki kemampuan analisa yang tajam dan pola pikir yang sangat sistematis,” ujar Fitzgerald.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s