Ponsel Ramah Lingkungan Bermunculan

Ponsel ramah lingkungan tampak akan menjadi tren baru dalam beberapa tahun mendatang. Sejumlah produsen ponsel global baru-baru ini memperkenalkan sejumlah prototipe ponsel yang diharapkan mampu mengurangi pencemaran akibat pembangkitan listrik dan sampah elektronik.

Di antara para produsen ponsel yang paling agresif memperkenalkan produk ramah lingkungan, antara lain produsen ponsel terbesar kedua dunia Samsung Electronics Co Ltd, produsen ponsel terbesar ketiga dunia LG Electronics Inc, dan produsen ponsel terbesar keempat dunia Motorola Inc.

Ponsel ramah lingkungan andalan Samsung adalah Blue Earth. Ponsel ini termasuk konsep ponsel ramah lingkungan yang paling inovatif di antara para pesaing. Samsung mengungkapkan, Blue Earth merupakan ponsel layar sentuh pertama yang menggunakan tenaga matahari. Panel surya Blue Earth terletak pada sisi belakang ponsel. Pengguna Blue Earth bisa mengisi ulang baterai dengan menangkap energi matahari melalui panel surya ponsel itu.

Namun, Samsung tidak menjelaskan kemampuan pengisian energi matahari ponsel itu. Misalnya, berapa lama Blue Earth harus menyerap sinar matahari untuk mengisi baterai hingga penuh. Juga, Samsung tidak mengungkap detail profil teknis Blue Earth. Samsung hanya mengungkapkan, Blue Earth dilengkapi dengan user interface yang dirancang untuk mempromosikan gaya hidup ramah lingkungan.

Antara lain, pengguna Blue Earth diberikan kemudahan untuk mengatur intensitas cahaya layar dan durasi konektivitas nirkabel Bluetooth. Dengan mengurangi intensitas cahaya layar dan durasi penggunaan Bluetooth, pengguna ponsel memang bisa memangkas signifikan konsumsi energi ponsel. Juga, Blue Earth dilengkapi fitur pedometer built-in yang unik.

Dengan pedometer tersebut, pengguna Blue Earth bisa menghitung berapa besar polusi karbon dioksida yang dapat dicegah ketika pengguna berjalan kaki, tidak naik kendaraan bermotor yang menggunakan bahan bakar minyak. Samsung menyebutkan, Blue Earth terbuat dari plastik daur ulang bernama PCM, yang diekstrak dari botol-botol plastik bekas pembungkus air. Dengan memanfaatkan material dari botol plastik bekas, produksi Blue Earth diharapkan mampu turut mengurangi volume sampah plastik.

Tidak hanya itu, produksi ponsel dari material daur ulang juga mampu mengurangi emisi karbon dioksida dan konsumsi bahan bakar pabrik dalam proses manufaktur. Samsung menjamin, ponsel Blue Earth dan charger-nya juga bebas dari material-material berbahaya seperti Brominated Flame Retardants, Beryllium,dan Phthalate. Agar Blue Earth semakin ramah lingkungan, Samsung juga melengkapi ponsel itu dengan kotak pembungkus yang terbuat dari kertas daur ulang.

Samsung pun menyadari, para pengguna Blue Earth tidak akan sanggup selalu mengisi ulang baterai ponsel itu dengan energi matahari. Saat pengguna Blue Earth tidak sempat ‘menjemur’ ponsel itu, maka ketika energi baterai habis, pengguna harus melakukan pengisian ulang dengan listrik biasa. Samsung mengklaim, saat Blue Earth harus diisi ulang dengan listrik tradisional, ponsel itu tetap ramah lingkungan karena dilengkapi charger hemat energi, yang hanya mengonsumsi listrik kurang dari 0,03 watt dalam keadaan siaga.

“Blue Earth merupakan contoh kecil dari komitmen besar Samsung untuk masa depan lingkungan kita. Kami berkomitmen meraih status ramah lingkungan tertinggi dengan menyajikan produk-produk paling ramah lingkungan dan mengampanyekan aktivitas-aktivitas penyelamatan lingkungan,” ujar Executive Vice President Samsung Electronics Co Ltd JK Shin.

Terlepas dari paparan Samsung mengenai keramahan lingkungan Blue Earth, Samsung tidak menjelaskan rencana untuk memasarkan ponsel itu. Ini menjadi perbedaan kontras antara Samsung dan para pesaingnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s